Monday, 26 December 2016

Halalkah Uang yang Didapat dari Hasil Desain Grafis alias Menggambar?


Mungkin bagi teman-teman yang membaca judul yang saya buat ini sedikit bertanya-tanya, lah kenapa emang kok dipertanyakan (?). Kan desain grafis bagus, bisa ngegambar berbagai macam desain, seperti desain WPAP, kartun, karikatur, dan lain sebagainya. Bagian mananya yang engga bagus. Kenapa bisa dipertanyakan kehalalan rezeki yang didapat darinya.

Sebelumnya saya akan mengutip hadits mengenai larangan menggambar makhluk bernyawa dalam Islam.

إنَّ الَّذينَ يصنَعونَ هذِه الصُّوَرَ يعذَّبونَ يومَ القيامةِ ، يقالُ لَهم : أحيوا ما خلقتُمْ

“Orang yang menggambar gambar-gambar ini (gambar makhluk bernyawa), akan diadzab di hari kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: ‘hidupkanlah apa yang kalian buat ini’” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebelum saya mengetahui adanya hadits ini, saya sudah lebih dari 1 tahun menerima pesanan desain grafis, mulai dari WPAP, siluet wajah, karikatur, dan lain sebagainya. Sontak saya pun kaget dan bertanya-tanya tentang hadits ini.

Saya mencoba untuk mencari lebih dalam mengenai penjelasan boleh tidaknya menggambar dalam Islam, mulai dari browsing di Internet hingga bertanya langsung kepada ustadz yang tentu saja lebih banyak ilmunya daripada manusia biasa seperti saya.

Saya takut. Takut kalau rezeki yang saya dapat dari usaha desain grafis (di mana saya lebih sering menerima order desain wajah / makhluk hidup). Takut tidak berkah. Takut tidak halal. Saya lantas memutuskan untuk tidak menerima order desain grafis yang terkandung unsur makhluk hidup di dalamnya. Otomatis pemasukan saya dari desain grafis terjun ekstrim. Seolah tidak ada lagi Ardiles Creative dalam dunia desain grafis.

Ternyata mengenai hukum menggambar manusia / makhluk hidup masih khilafiyah atau masih ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Ada yang mutlak mengharamkan, ada juga yang membolehkan dengan batasan tertentu. Tentu masing-masing ulama ada dasar yang kuat. Berikut adalah intisari penjelasan dari Ustadz Erwan yang saya tanyai langsung mengenai hukum menggambar makhluk hidup.

Ada yg mengharamkan scr mutlak ada yg membolehkan

Yang bersepakat adalah bahwa gambar tersebut dibuat tidak boleh dalam rangka untuk disembah atau sebagai atribut ibadah

Ulama sepakat tentang hal tersebut

Menggambar bukan dalam bentuk yang sempurna anggota badan ada pendapat ulama yang membolehkan

Misalnya setengah badan

Pendapat yang paling kuat adalah larangan menggambar (dengan tangan) manusia (dan makhluk bernyawa lainnya)

Dikecualikan:
1. Gambar utk anak-anak. Selain untuk anak-anak ga boleh
2. Dicetak, diprint, sablon

Dasarnya :
Dari ‘Aisyah dituturkan bahwa, Rasulullah Saw datang kepadanya sepulang beliau dari perang Tabuk atau Khaibar, sedangkan di rak ‘Aisyah terdapat tirai. Lalu bertiuplah angin yang menyingkap tirai itu, sehingga terlihatlah mainan boneka anak-anakannya ‘Aisyah. Beliau berkata, “Apa ini wahai ‘Aisyah?” ‘Aisyah menjawab, “Ini adalah anak-anakanku” Beliau melihat diantara anak-anakanku itu sebuah kuda-kudaan kayu yang mempunyai dua sayap. Beliau berkata, “Apakah ini yang aku lihat ada di tengah-tengahnya?” ‘Aisyah menjawab, “Kuda-kudaan.” Beliau bertanya, “Apa yang ada pada kuda-kuda ini?” ‘Airyah menjawab, “Dua sayap.” Beliau berkata, “Kuda mempunyai dua sayap?” ‘Aisyah berkata, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Sulaiman mempunyai kuda yang bersayap banyak?” ‘Aisyah berkata, “Maka tertawalah Rasulullah Saw sampai kelihatan gigi-gigi taring beliau.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

Dari Hadits tersebut Ibnu Hizm berpendapat; 
Boneka makhluk bernyawa utk anak-anak boleh. Gambar untuk anak-anak juga boleh

nah boleh/tidak boleh dalam menggambar berbanding lurus dengan halal/haram upahnya

Penjelasan ustadz membuat saya bernafas lega. Insyaa Allah usaha desain grafis yang selama ini saya geluti tidak apa-apa, tidak ada masalah. Insyaa Allah halal. Ini penting. Karena usaha bukan hanya berbicara tentang "saya untung berapa hari ini", tetapi lebih kepada "baikkah dan halalkah usaha saya", tidak hanya berbicara tentang untung rugi tetapi lebih daripada itu, yakni surga dan neraka.

Beberapa waktu ke depan, saya ingin kembali membuka usaha desain grafis yang sudah telanjur saya tutup. Wah harus mikir ulang, gimana caranya ngebuka lagi usaha yang sudah ditutup. Image of usaha and branding is so important wkwkw.

Yah sekian sharing yang bisa saya berikan. Sekali lagi, mengenai larangan menggambar makhluk bernyawa masih khilafiyah. Mungkin artikel ini juga kurang begitu bisa menjawab pertanyaan besar kawan-kawan. Silakan bisa Googling untuk memperkuat landasan pengetahuan keagamaan kita. Semoga bermanfaat. Wallahua'lam bishawab.

Thursday, 17 November 2016

Cara menggunakan database pada Free Pascal



Sistem informasi yang baik tidak hanya berbicara tentang aspek input, proses, dan output. Sistem informasi juga membahas tentang proses storage data. Selain berupa output, data inputan yang telah diproses juga dapat disimpan pada suatu database (basis data). Fungsi penyimpanan data tersebut adalah agar data tersebut dapat diolah atau digunakan pada tempat yang lain.

Database Management System (DBMS) merupakan program membuat database yang dapat kita pilih untuk menciptakan database pada project yang sedang kita buat. Beberapa jenis database yang sering digunakan antara lain Apache, MySQL, dan Microsoft Access. Cukup banyak bahasa pemrograman yang mendukung database tersebut, seperti Java dan Visual Basic.

Freepascal tidak mendukung koneksi database ke MySQL dan sejenisnya. Namun Freepascal dapat melakukan penulisan inputan ke dalam suatu file lain. Dengan memanfaatkan hal tersebut, kita akan membuat database buatan dengan menggunakan file berformat text (.txt). Dengan koding program yang tepat (untuk mencari lokasi file .txt yang kita buat, menulis/mengupdate isi file tersebut), kita dapat menciptakan suatu basis data berformat .txt yang isinya suatu saat dapat kita panggil kembali untuk ditampilkan.

Untuk menulis dan melihat input di file notepad yang kita manfaatkan sebagai database, langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut.

1. Buat file notepad pada direktori yang sama dengan file .pas pada Freepascal. File tersebut akan digunakan sebagai database.

2. Buka program Freepascal

Langkah Menulis Data pada Database

File notepad yang kita buat masih kosong dan perlu diisi oleh inputan-inputan. Berikut saya beri contoh koding menghubungkan program ke database serta input data ke database tersebut.

program database_sederhana_banget;
uses crt;
type datanya = record
 nama : string[25];
 id : string[14];
end;

var
 bacadata : array[1..100] of datanya; {CERMATI, MEMBUAT ARRAY DARI RECORD}
 filedata : file of datanya;
 masukan : datanya;
 mau_apa : integer;

procedure menu_utama;
begin
 clrscr;
 assign(filedata, 'ini_nama_file_di_notepad.txt'); {Mengkoneksikan variabel filedata dengan file txt yang kita buat. Selanjutnya, untuk memanggil file txt, tinggal panggil filedata aja}
 reset(filedata); {mengupdate filedata, apa bedanya dengan rewrite?}
 seek(filedata, filesize(filedata)); {mencari lokasi/baris terakhir data yang ada di database}
 Writeln('Selamat datang di Sistem Informasi Pendaftaran Sinema TE-I');
 writeln;
 writeln('============== ~ Box Office Movies Everyday ~ ===============');
 writeln;
 writeln('Masukkan Nama Anda :');
 readln(masukan.nama); {memasukkan input ke variabel nama dalam array masukan}
 writeln('Masukkan ID Anda');
 readln(masukan.id); {memasukkan input ke variabel id dalam array masukan}

 write(filedata,masukan); {menulis filedata dengan inputan yang tersimpan pada masukan}
 close(filedata); {selalu akhiri koneksi ke database dengan fungsi close, kalo tidak diakhiri, data tidak akan kesimpan}
 writeln('Terimakasih sudah menginput. Silakan tekan enter');
 readln;
end;

Jadi untuk mengkoneksikan program ke database, ada 3 komponen penting di atas : assign, reset/rewrite, dan close.

Selanjutnya adalah bagaimana cara kita menampilkan inputan yang sudah tersimpan? Berikut contoh kodingnya.

Menampilkan Data dari Database

procedure cekcek;
var
 i,z : integer;
 geser_x :integer;
begin
 clrscr;
 assign(filedata, 'ini_nama_file_di_notepad.txt'); {Mengkoneksikan variabel filedata dengan file txt yang kita buat. Selanjutnya, untuk memanggil file txt, tinggal panggil filedata aja}
 reset(filedata); {mengupdate filedata, dipake juga saat kita pingin melihat data di database}
 Writeln('NAMA                                     NOMOR ID');
 writeln('-------------------------------------------------');
 repeat
  i:=1;
  read(filedata,bacadata[i]); {baca data di filedata dan memasukkannya ke array bacadata urutan ke-i. Setiap variabel dalam array ini akan terisi sesuai inputannya}
  write(bacadata[i].nama); {menampilkan output}
  z:= length(bacadata[i].nama);
  repeat
   write(' '); {salah satu trik agar bentuk tabel teratur}
   z:=z+1;
  until z=41;
  writeln(bacadata[i].id); {menampilkan output}
  i:=i+1;
 until eof(filedata); {eof = end of file}
 close(filedata); {akhiri koneksi dg close}
 readln;
end;

begin
repeat
clrscr;
 Writeln('Selamat datang di Sistem Informasi Pendaftaran Sinema TE-I');
 writeln;
 writeln('============== ~ Box Office Movies Everyday ~ ===============');
 writeln;
 writeln('1. Input Lagi');
 writeln('2. Tampilkan data inputan');
 writeln('3. Keluar');
 readln(mau_apa);
 if mau_apa=1 then menu_utama else if mau_apa=2 then cekcek;
until mau_apa=3;
end.

====================
Tampilannya sebagai berikut.

Halaman utama program

 Halaman pengisian data

Halaman menampilkan semua input, termasuk inputan sebelum-sebelumnya

Terus coba fungsi-fungsi baru yang banyak terdapat di internet. Semakin banyak hal-hal yang baru, semakin mantap reward nilainya yaa. Good Luck :)

Mengenal Pascal

Pascal merupakan bahasa pemrograman klasik yang kebanyakan di antara kita, akan mempelajari bahasa pemrograman ini pertama kali ketika ingin belajar mendalami programming. Bahasa pemrograman Pascal merupakan bahasa pemrograman yang menjadi induk munculnya bahasa pemrograman lain, seperti C, C++, Java, dan lain sebagainya. Berikut adalah secuil kisah sejarah munculnya Pascal sebagai bahasa pemrograman yang saya kutip dari situs belajar programming, duniailkom.com.

Pascal adalah bahasa pemrograman komputer yang dikembangkan oleh Niklaus Wirth pada tahun 1968–1969 dan dipublikasikan tahun 1970. Niklaus Wirth atau lengkapnya Niklaus Emil Wirth adalah seorang dosen, ilmuwan dan peneliti komputer berkebangsaan Swiss. Sebelum membuat Pascal, ia juga banyak mengembangkan bahasa pemrograman lain pada era 1960-an seperti Euler dan Algol W.

Nama Pascal dipilih untuk menghormati Blaise Pascal, seorang ilmuwan matematis Prancis yang pada tahun 1642 membuat kalkulator mekanis pertama di dunia. Kalkulator ini menjadi cikal bakal komputer modern.

Niklaus Wirth pada awalnya merancang bahasa Pascal untuk mengajarkan pemrograman kepada mahasiswa di Universitas ETH Zürich di Swiss. Pascal di desain menggunakan structured programming yang kemudian menjadi populer dan banyak digunakan oleh bahasa pemrograman setelahnya. Seiiring perkembangan komputer, bahasa pascal juga digunakan untuk aplikasi komersil.

Sejak dipublikasikan oleh pada 1970, bahasa pemrograman Pascal mulai digunakan oleh berbagai universitas di Eropa dan Amerika. Walaupun demikian, compiler pascal (sejenis program untuk menjalankan perintah-perintah bahasa pascal) masih terbatas untuk kalangan tertentu. Karena saat itu harga komputer masih sangat mahal dan umumnya hanya terdapat di perusahaan atau universitas besar.

Pascal merupakan bahasa pemrograman data-oriented. Programmer bisa membuat tipe data sendiri (selain tipe data standar yang disediakan seperti integer, real, char, dan boolean). Walaupun demikian, pascal sangat ketat aturan. Setiap variabel hanya bisa menggunakan tipe data tertentu dan harus dideklarasikan terlebih dahulu.

Tidak seperti bahasa pemograman lain pada saat itu, bahasa Pascal mirip dengan bahasa inggris sehari-hari, sehingga mudah bagi programmer pemula untuk mulai membuat kode program.

Bahasa Pascal bersaing dengan bahasa pemrograman lain pada era tersebut, seperti Algol, Basic, Fortran dan C.

Evolusi Bahasa Pemrograman Pascal

Saturday, 24 September 2016

Cara Transliterasi Latin ke Arab

Halo kawan-kawan, lama sekali sudah ngga update blog ini. Kali ini saya mau sharing pengetahuan tentang cara mengubah kata (bahasa kerennya disebut dengan transliterasi) dari kata/kalimat berhuruf latin ke huruf arab. Sepele memang, apalagi buat kamu yang sudah terbiasa menggunakan keyboard arabic untuk menuliskan kalimat-demi-kalimat menggunakan huruf arab secara langsung. Biasanya guru ngaji, penulis artikel Islami, atau guru/dosen Agama Islam nih. Tapi buat kamu yang ngga biasa menulis huruf arab secara langsung di komputer, tools ini cukup bermanfaat.

Para desainer grafis yang jarang pakai huruf arab, biasanya lebih sering menggunakan tool transliterasi instan ini daripada harus belajar cara mengetik huruf arab secara langsung menggunakan keyboard. Ada salah satu website yang menurut saya cukup keren. Website ini bernama Yamli. Apa itu Yamli? Berikut penjelasannya yang saya comot langsung dari website Mbah Yamli.

Yamli's mission is to empower Arabic users on the web.
We develop products that solve everyday problems Arabic users face on the internet, making in the process the Arabic web experience a more enjoyable one. Today we offer two main products: the Smart Arabic Keyboard, and Yamli Arabic Search.
The Smart Arabic Keyboard allows users to type Arabic without an Arabic keyboard, from within their web browser. This technology is based on a real-time transliteration engine which converts words typed with Latin characters to their closest Arabic equivalent. Yamli Arabic Search is a search engine focused on providing more relevant search results for an Arabic query by expanding it to its most frequently used Latin representations.
In the future, we hope to address more of these issues, and to promote the use of the Arabic language on the Internet.
Jadi intinya si Yamli ingin untuk memperkuat penggunaan huruf Arab di web. Ada dua produk utamanya, yakni Smart Arabic Keyboard, tool untuk mengubah huruf latin ke huruf arab secara instan, realtime, dan online; serta Yamli Arabic Search, sebuah website mesin pencari berbahasa Arab.

Cara transliterasi dengan menggunakan Yamli cukup mudah. Kamu cukup :
  1. Mengunjungi website Yamli Smart Arabic Keyboard (http://www.yamli.com/arabic-keyboard/
  2. Ketikkan aja apa yang mau ditransliterasi :)

Tuesday, 20 September 2016

Business Process Reengineering (BPR)


Fenomena bisnis pada saat ini cenderung lebih melihat sebuah perusahaan dari sudut proses dibandingkan dari sudut fungsional. Sebuah proses bisnis terdiri dari beberapa fungsi aktivitas yang dijalankan menurut urutan tertentu yang mengubah informasi atau material ataupun keduanya. Dalam pelaksanaanya proses bisnis memerlukan sumber daya manusia, data, teknis dan sistem informasi. Masing-masing memerlukan serangkaian tugas dan memiliki sumber daya yang berbeda dalam bisnis tersebut. Proses bisnis mengharuskan kelompok atau departemen yang berbeda dan ada di dalam perusahaan berpartisipasi dalam tugas-tugas yang menentukan sebuah proses. Salah satu contoh dalam proses bisnis adalah pengembangan produk dari konsep sampai dengan pengenalan produk di pasar. Sebuah proses bisnis tidak selalu harus berakhir pada aktivitas akhir yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.

Pada awalnya, kebanyakan perusahaan terstrukturisasi menjadi fungsi-fungsi tertentu, seperti departemen penjualan, pengadaan, produksi, keuangan, akuntansi, dll. Proses bisnis seringkali harus dilakukan dengan melibatkan banyak departemen, yang kemudian menyebabkan inefisiensi dari proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Bisnis proses reengineering (BPR) dilakukan dengan tujuan merestrukturisasi organisasi menurut prinsip berorientasi pada proses. Dalam perkembangannya, pada tahun 70an dan 80an, perusahaan meningkatkan proses bisnis mereka dengan mengaplikasikan Just In Time (JIT) System dan Total Quality Management (TQM). Pada tahun 90an, perusahaan mencoba mengembangkan secara radikal proses bisnis mereka dengan bisnis proses reengineering (BPR).

Pada tahun 90an, Davenport & Short (1990) mengemukakan pendekatan baru pada manjemen proses, yaitu BPR. Ia mengemukakan BPR adalah pandangan akan sebuah strategi kerja baru, sebuah aktivitas nyata tentang desain proses, dan penerapannya pada dimensi tekhnologi manusia dan organisasi yang kompleks.

Salah satu faktor yang membantu dan mendorong proses perkembangan bisnis proses reengineering (BPR) adalah upaya standarisasi dari sebuah proses. Hal ini dapat dilihat dari berbagai standar manjemen proses yang diterapkan dalam dunia bisnis. Sebagai contoh: CMM, ISO, SixSigma, dll. Dengan munculnya standar manajemen proses yang secara universal diterima di berbagai bidang bisnis memungkinkan sebuah perusahaan yang berhasil menerapkan BPR secara efektif dan efisien memiliki kompetensi baru dengan menjual proses bisnis yang dimilikinya kepada pihak lain (outsource). Bagi perusahaan yang ingin fokus pada pengembangan proses bisnisnya dengan menitikberatkan pada core competency yang dimiliki, perusahaan dapat mengalihkan aktivitas non value added pada perusahaan lain sebagai pihak ketiga yang menyediakan sumber daya, sebagai contoh: recruitment. Proses ini dapat menjadi lebih mudah dengan adanya standar manajemen proses yang dapat memberikan kepastian pada pihak perusahaan yang memanfaatkan jasa outsourcing.
Untuk melakukan proses outsourcing dengan efektif, sebuah perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut diluar biaya:

  • Serangkaian aktivitas dan bagaimana aktivitas tersebut berjalan. Maka dari itu, perusahaan memerlukan standar dari aktivitas proses agar antara pihak penyedia dan perusahaan tersebut dapat berkomunikasi dengan mudah dan efisien tentang proses outsources.
  • Perangkat yang diperlukan untuk mengevaluasi sebuah proses adalah standar kinerja dari proses.
  • Perusahaan memerlukan standar manajemen proses yang mengindikasikan seberapa baik manjaemen proses yang mereka jalankan dapat diatur, diukur, dan apakah dilakukan peningkatan kualitas standar manajemen proses secara berkelanjutan.

Perkembangan teknologi termasuk menjadi salah satu faktor yang mendukung evolusi dari penerapan proses bisnis, termasuk bisnis proses reengineering (BPR), yang kemudian dikenal sebagai proses automatisasi. Automatisasi adalah sebuah rencana menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktivitas pekerjaan. Beberapa teknologi yang berperan besar pada implementasi BPR adalah:

  • Shared database – menyediakan informasi di banyak tempat (dalam hal ini departemen)
  • Expert system – memungkinkan generalisasi untuk melaksanakan tugas khusus.
  • Telecommunication network – memungkinkan organisasi menjadi terintegrasi maupun terpisah dalam waktu yang sama
  • Decision-support tools – memungkinkan semua karyawan dapat terlibat dalam pembuatan keputusan
  • Wireless data communication – memungkinkan karyawan dapat bekerja secara flexible

Beberapa implementasi teknologi pada proses BPR memungkinkan sebuah proses bisnis dijalankan dengan lebih efektif dan efisien. Implementasi teknologi tersebut, berdampak langsung pada pemotongan biaya operasi, mempersingkat waktu proses, mengurangi pemakaian sumber daya, dan meningkatkan produktivitas.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai langkah-langkah  reengineering proses  bisnis dalam suatu perusahaan menurut  R.E Indrajit dan R.Djokopranoto (2002):

1. Membuat kerangka proyek. Tujuan dari langkah pertama ini adalah agar mendapatkan keputusan untuk meneruskan reengineering atau tidak, serta menentukan batasan dan struktur proyek. Hasil yang didapat berupa Project Framework Statement. Beberapa aktivitas kunci yang perlu dilakukan dalam langkah pertama yaitu :

  • Menghimpun team analisis
  • Membuat konsep kerangka proyek
  • Membuat analisis situasi sekarang membuat pernyataan kerangka Merekomendasikan untuk meneruskan usaha  reengineering atau tidak
  • Membuat kontrak dengan sponsor eksekutif


2. Menciptakan visi, nilai, dan tujuan. Tujuan dari langkah kedua ini adalah untuk menciptakan gambaran tentang bagaimana operasi atau proses akan terwujud. Hasil  yang dicapai berupa visi,  value,  dan goals statements. Aktivitas kunci yang terdapat dalam langkah kedua ini adalah :

  • Merencanakan pertemuan perdana dan pertemuan lain
  • Melaksanakan pertemuan perdana
  • Melaksanakan pertemuan tentang visi 17
  • Menciptakan visi, nilai, tujuan
  • Mengesahkan pernyataan visi, nilai, dan tujuan

3. Membuat desain baru mengenai operasi bisnis. Tujuan dari langkah  ketiga ini adalah membuat desain baru bagaimana proses bisnis  dijalankan sesuai dengan visi, nilai, dan tujuan perusahaan. Hasil yang  didapat adalah berupa rekayasa  blueprint yang meliputi komponenkomponen fisik atau teknis, infrastruktur, dan nilai. Aktivitas kunci dari  langkah ketiga ini adalah :

  • Merencanakan pertemuan pembahasan blueprint
  • Mengadakan pertemuan  pembahasan blueprint
  • Mendokumentasikan blueprint
  • Mengesahkan blueprint

4. Pembuktian konsep. Tujuan dari langkah keempat ini adalah untuk  menajamkan estimasi keuntungan dan memastikan apakah desain baru operasi bisnis berjalan sesuai rencana. Hasil  dari langkah keempat ini  adalah berupa  Benefits Statement. Berikut ini adalah aktivitas-aktivitas kunci yang terdapat dalam langkah ini :

  • Menetapkan kebutuhan pembuktian konsep
  • Memilih bukti dari pendekatan konsep
  • Mengembangkan kebutuhan

5. Merencanakan implementasi. Tujuan dari langkah kelima ini adalah mengembangkan strategi implementasi perubahan, meminimalisasi terjadinya gangguan operasi, membuat rencana yang realistis termasuk 18 penyediaan dana. Hasil dari langkah ini berupa rencana implementasi. Adapun aktivitas-aktivitas kunci yang terdapat di dalamnya adalah sebagai berikut :

  • Merencanakan pertemuan untuk perencanaan implementasi
  • Melakukan pertemuan untuk perencanaan implementasi
  • Mendokumentasikan rencana implementasi
  • Menganalisis dan mengesahkan rencana implementasi

6. Memperoleh persetujuan implementasi. Tujuan dari langkah keenamini adalah untuk memperoleh dana  dan sumber lain yang diperlukan untuk implementasi blueprint yang sudah disiapkan. Hasil yang didapat adalah berupa  Funded Resources Request and Approval. Aktivitasaktivitas kuncinya adalah :

  • Mengembangkan strategi persetujuan
  • Meminta persetujuan
  • Memberikan presentasi yang diperlukan

7. Implementasi perubahan desain. Tujuan dalam langkah ketujuh ini adalah merubah budaya dan semangat yang lama menjadi budaya dan semangat  reengineering. Hasilnya berupa Measurement Results. Beberapa aktivitas kunci yang terdapat di dalamnya yaitu :

  • Melakukan pertemuan secara periodik dan konsisten
  • Merayakan keberhasilan
  • Melaksanakan refleksi kritis

8. Transisi ke Continuous Improvement. Tujuan yang ingin dicapai dalam langkah terakhir ini adalah menutup tugas team reengineering dan membiarkan organisasi ini melakukan perbaikan secara terus-menerus. Hasil yang dicapai berupa Continually Improved Performance. Aktivitas kuncinya berupa pengukuran dan refleksi kritis terus-menerus oleh unit operasi.

Dua pilar dari setiap organisasi adalah orang-orang dan proses. Jika individu termotivasi dan bekerja keras, namun proses bisnis adalah kegiatan rumit dan non-esensial tetap, kinerja organisasi akan menjadi miskin. Reengineering Proses Bisnis adalah kunci untuk mengubah cara orang bekerja. Apa yang tampaknya perubahan kecil dalam proses dapat memiliki efek dramatis pada arus kas, pelayanan dan kepuasan pelanggan. Bahkan tindakan mendokumentasikan proses bisnis sendiri biasanya akan meningkatkan efisiensi organisasi dengan 10%.
BPR merupakan alat yang sangat baik untuk digunakan dalam mendorong kecepatan proses operasi. Process mapping can reveal the constraints and bottlenecks in an operation. Proses pemetaan dapat mengungkapkan kendala dan hambatan dalam sebuah operasi.

Contoh Penerapan BPR dalam Perusahaan:

  1. Kantor cabang AT & T Global Business Communications System merancang dari awal cara memproses pesanan para pelanggan, sehingga mengurangi waktu penyampaian dari 8-12 minggu menjadi beberapa hari, bahkan menggunakan 35% lebih sedikit karyawan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.
  2. Pilkington Optronics mengurangi waktu tunggu produksinya sampai lebih dari 50%meningkatkan keandalan penyampaian kepada pelanggannya menjadi 97% dari sebelumnya 10% mengurangi nilai persediaan dan barang dalam proses sampai 70% menjadi 6,8 juta poundsterling dan meningkatkan penjualan per karyawan sampai 285%.
  3. Bisnis otomotif Lucas Industries memotong waktu tunggu produksi sampai mendekati 80% dan mengurangi waktu tunggu pengiriman pesanan sampai 70% menjadi 32 hari sebelum otomasi. Perusahaan ini berhasil menggandakan perputaran persediaannya mencapai peningkatan produktivitas sebesar 50% dan pengurangan biaya sebesar 25%. 
  4. Ford Company, Procter & Gamble adalah contoh perusahaan raksasa Amerika yang berhasil mengakomodasi BPR sehingga bangkit dari kelesuan yang mengancamnya. Di Indonesia, Telkom (sekalipun tak menuruti betul konsep BPR) juga berhasil mengadopsinya pada kepemimpinan Cacuk Sudaryanto.

Keuntungan Memakai BPR:

  1. Memberikan gambaran yang lebih jelas dari pernyataan, sehingga diidentifikasi daerah yang harus ditingkatkan kinerjanya.
  2. Dalam pembentukan peta personal yang terlibat akan paham masalah dari masing-masing aktivitas dan kontribusi yang dihasilkan.

Kerugian Memakai BPR:

  1. Diperlukan peta yang memberikan kemudahan dari pelaksana operasi, hal ini perlu diperhatikan bila pemetaan dilakukan oleh staf pusat atau konsultan.
  2. Keterpakuan pada peta proses, sehingga mengganggu keluwesan dari proses yang digunakan untuk proses yang unik.

Implementasi BPR

Kebanyakan BPR dilakukan untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan oleh organisasi. Suatu organisasi melakukan BPR apabila organisasi tersebut dalam keadaan kritis, sudah melihat bahwa dalam jangka waktu tertentu akan kritis, ataupun bagi organisasi yang ingin melebihi kompetitornya. Oleh sebab itu, dalam BPR seringkali berorientasi pada kepuasan pelanggan terhadap layanan, harga jual, kecepatan pelayanan, dan perkembangan dari produk. Cross (1994) menyakan ada 6 kategori dalam mendesain suatu prinsip yang harus diimplementasikan apabila suatu organisasi ingin kegiatan BPR-nya dapat sukses:

  1. Kualitas pelayanan. Memperhatikan kualitas pelayanan juga berarti menyediakan petunjuk mengenai proses desain seperti yang diharapkan oleh konsumen.
  2. Alur kerja. Berhubungan dengan mengatur bagaimana alur proses dari kerja sebuah organisasi.
  3. Ruang kerja. Berpengaruh terhadap konsep ergonomis dan tata letak dari suatu budaya kerja di organisasi.
  4. Improvisasi yang kontinyu. Membantu dalam memastikan apakah proses tersebut bisa mandiri atau tidak.
  5. Tenaga kerja. Bagaimanapun juga, alur kerja yang sudah diatur tidak dapat dilakukan tanpa ada faktor manusia didalamnya.
  6. Teknologi Informasi. Membantu memastikan bahwa teknologi sebagai salah satu faktor yang bisa membantu menambah nilai (added value) dalam alur kerja (worflow).


Adapun beberapa contoh implementasi dari TI pada BPR seperti:

  1. Basis data yang dibagi-bagikan (shared databases), membuat informasi tersedia pada banyak tempat.
  2. Sistem ahli (expert systems) memungkinkan para generalis untuk melaksanakan tugas spesialis.
  3. Jaringan telekomunikasi (telecommunication networks), memungkinkan organisasi dapat disentralisasikan dan didesentralisasikan dalam waktu yang sama.
  4. Perlengkapan pengambilan keputusan (decision-support tools), memungkinkan pengambilan keputusan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.
  5. Komunikasi data tanpa kabel (wireless data communication) dan komputer yang mudah dibawa (portable computer), memungkinkan personel lapangan bekerja secara independent.
  6. Videodisk interaktif (interactive videodisk), untuk mendapatkan kontak langsung dengan pembeli potensial.
  7. Identifikasi otomatis dan pelacakang (automatic identification and tracking), memungkinkan sesuatu untuk melaporkan dimana mereka berada bukan menunggu untuk ditemukan.
  8. Perhitungan kinerja tinggi (high performance computing), memungkinkan perencanaan on-the-fly (diciptakan pada saat dibutuhkan) dan perbaikan.


Prinsip-prinsip BPR

Business Process Reengineering (BPR) adalah analisis dan merancang ulang alur kerja dalam dan di antara perusahaan. Michael Hammer dan James Champy menyarankan tujuh prinsip-prinsip rekayasa ulang untuk mengeffisienkan proses kerja dan dengan demikian mencapai peningkatan kualitas, manajemen waktu, dan biaya:

  1. Mengatur terbentuknya hasil, bukan tugas.
  2. Identifikasi semua proses dalam organisasi dan memprioritaskan mereka dalam rangka mendesak mendesain ulang.
  3. Mengintegrasikan pengolahan informasi pekerjaan ke dalam pekerjaan nyata yang menghasilkan informasi.
  4. Perlakukan secara geografis sumber daya seolah-olah mereka terpusat.
  5. Link paralel kegiatan di alur kerja
  6. Letakkan titik keputusan dimana pekerjaan dilakukan, dan membangun kontrol ke dalam proses.
  7. Menangkap informasi sekali dan pada sumbernya.


Apa itu Zachman Framework?

Keamanan, merupakan satu kebutuhan pokok hampir di semua bidang terlebih lagi di bidang IT sampai saat ini. Tidak heran banyak instansi dan perusahaan berani membayar harga mahal hanya untuk keamanan. Hal ini dikarenakan kekhawatiran pada kejahatan, penyusupan dan penyadapan informasi, tentu saja melalui berkas yang disimpan pada media penyimpanan.

Terhubungnya LAN atau komputer ke Internet membuka potensi adanya lubang keamanan lain (security hole) yang tadinya telah teratasi dengan mekanisme keamanan secara fisik dan lokal. Jaringan internet, merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia. Konsekuensi yang harus di tanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terkait ke Internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam men-set up sistem dan menerapkan policy-nya, maka kemungkinan besar jaringan yang terkait ke Internet akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak di undang dari luar.

Karenanya dibutuhkan framework arsitektur sistem informasi perusahaan yang memadai. Dengan menggunakan framework arsitektur, maka akan lebih mudah memahami berbagai informasi perusahaan sehingga dapat memutuskan kebijakan seberapa banyak informasi yang diperlukan dan bagaimana menggunakannya.

John A Machan pada akhir tahun '80-an memperkenalkan sebuah kerangka untuk membantu manajemen dalam melaksanakan dua hal utama. Hal pertama adalah untuk memisahkan antara komponen-komponen utama dalam sistem informasi agar mempermudah manajemen dalam melakukan perencanaan dan pengembangan. Sementara hal kedua adalah bagaimana membangun sebuah perencanaan strategis dari tingkat yang paling global dan konseptual sampai dengan teknis pelaksanaan. Secara prinsip Zachman membagi sistem informasi menjadi tiga komponen besar, yaitu: Data, Proses, dan Teknologi - yang pada perkembangannya menjadi enam buah entiti utama. Seorang praktisi bernama John Zachman di akhir tahun '80-an menganalisa hal ini dan memberikan salah satu solusinya yang hingga saat ini masih relevan untuk dipergunakan. Untuk mengenang namanya, kerangka ini dinamakan Kerangka Zachman (Cook, 1996).

Pada awalnya, kerangka ini dikembangkan untuk membantu para praktisi dalam merancang arsitektur sistem informasi, mulai dari tahap konseptual sampai dengan desain detilnya. Secara prinsip, Zachman membagi teknologi informasi menjadi tiga komponen utama yang masing-masing saling berdiri sendiri atau independen, yaitu: data, proses dan teknologi. Data merupakan bahan mentah atau "raw materials" dari suatu sistem informasi yang harus diolah menjadi informasi. Informasi inilah yang diharapkan akan menjadi "knowledge" bagi sumber daya manusia yang ada, sebagai modal utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Komponen kedua adalah proses, yang merupakan suatu prosedur penyaluran data dan informasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Sementara teknologi merupakan medium yang memungkinkan terjadinya pengolahan data dan penyaluran data secara sangat efisien dan efektif. Ibarat tubuh manusia, data merupakan darah, proses merupakan mekanisme peredaran darah, dan teknologi adalah pembuluh darah.

Framework yang paling utama dikeluarkan adalah Zachman framework, dikeluarkan oleh Zachman Institut for Framework Advancement (ZIFA) sebagai hasil pemikiran dari John Zachman. Hampir dua dekade yang lalu John Zachman, telah meningkatkan suatu bagan yang universal. Untuk melukiskan dan menggambarkan sistem perusahaan secara kompleks dimasa sekarang dan untuk mengatur berbagai perspektif dari suatu organisasi infrastruktur pengetahuan dan informasi. Pengembangan system dalam zachman framework hampir sama dengan yang lain tetapi lebih terorganisir:

  • Strategi - Perencanaan dari suatu usaha pengembangan sistem keseluruhan organisasi.
  • Analisa - Definisi yang terperinci tentang persyaratan untuk area tertentu dari bisnis tersebut.
  • Rancangan - Penerapan teknologi yang spesifik [bagi/kepada] persyaratan menggambarkan selama analisa.
  • Konstruksi - Konstruksi yang nyata dari sistem tersebut.
  • Dokumentasi - Persiapan dari manual pemakai, pedoman, dan lain lain menguraikan sistem tersebut.
  • Transisi - Implementasi dari sistem, agar supaya menjadi bagian dari infrastruktur organisasi tersebut.
  • Produksi - pengecekan berkelanjutan dari sistem, untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi kebutuhan dari organisasi.

Kelebihan :

  • Merupakan standar secara de-facto untuk mengklasifikasikan artefak arsitektur Enterprise.
  • Struktur logikal untuk analisis dan presentasi artefak dari suatu perspektif manajemen.
  • Menggambarkan secara parallel baik dari sisi enjinering yang sudah sangat dimengerti maupun paradigma konstruksi
  • Dikenal secara luas sebagai tool manajemen untuk memeriksa kelengkapan arsitektur dan maturity level.

Kekurangan :

  • Tidak ada proses untuk tahap implementasi.
  • Sulit untuk diimplementasikan secara keseluruhan.
  • Tidak ada contoh maupun ceklis yang siap secara utuh.
  • Perluasan coverage sel-sel tidak jelas

Zachman Framework merupakan framework arsitekural yang paling banyak dikenal dan diadaptasi. Para arsitek data enterprise mulai menerima dan menggunakan framework ini sejak Zachman pertama kali mempublikasikan artikel deskpripsi kerangka kerja di IBM System Journal pada tahun 1987.

Zachman Framework merupakan matrik 6×6 yang merepresentasikan interseksi dari dua skema klasifikasi – arsitektur sistem dua dimensi. Pada dimensi pertama, Zachman menggambarkannya sebagai baris yang terdiri dari 6 perspektif yaitu :

  1. The Planner Perspective (Scope Context) : Daftar lingkup penjelasan unsur bisnis yang dikenali oleh para ahli strategi sebagai ahli teori.
  2. The Owner Perspective (Business Concept) : Model semantik keterhubungan bisnis antara komponen-komponen bisnis yang didefenisikan oleh pimpinan eksekutif sebagai pemilik.
  3. The Designer Perspective (System Logic) : Model logika yang lebih rinci yang berisi kebutuhan dan desain batasan sistem yang direpresentasikan oleh para arsitek sebagai desainer.
  4. The Builder Perspective (Technology Physics) : Model fisik yang mengoptimalkan desain untuk kebutuhan spesifik dalam batasan teknologi spesifik, orang, biaya dan lingkup waktu yang dispesifikasikan oleh engineer sebagai builder.
  5. The Implementer Perspective (Component Assemblies) : Teknologi khusus, tentang bagaimana komponen dirakit  dan dioperasikan, dikonfigurasikan oleh teknisi sebagai implementator.
  6. The Participant Perspective (Operation Classes) : Kejadian-kejadian sistem berfungsi nyata yang digunakan oleh para teknisi sebagai participant.

Untuk dimensi kedua, setiap isu perspektif membutuhkan cara yang berbeda untuk menjawab pertanyaan fundamental : who, what, why, when, where and how. Setiap pertanyaan membutuhkan jawaban dalam format yang berbeda. Zachman menggambarkan setiap pertanyaan fundamental dalam bentuk kolom/ fokus.

  1. What (kolom data) : material yang digunakan untuk membangun sistem (inventory set).
  2. How (kolom fungsi) : melaksanakan aktivitas (process transformations).
  3. Where (kolom jaringan) : lokasi, tofografi dan teknologi (network nodes).
  4. Who (kolom orang) : aturan dan organisasi (organization group).
  5. When (kolom waktu) : kejadian, siklus, jadwal (time periods).
  6. Why (kolom tujuan) : tujuan, motivasi dan inisiatif (motivation reason).

Untuk setiap cell pada matrik yang merupakan persimpangan antara presfektif dan fokus haruslah khas dan unik. Karena setiap cell menggambarkan setiap target tertentu. Berikut ini penjelasannya:

Contextual


  • (Why) Goal List – tujuan utama organisasi
  • (How) Process List – daftar semua proses yang diketahui
  • (What) Material List – daftar semua entitas organisasi yang diketahui
  • (Who) Organizational Unit & Role List – daftar dari semua unit organisasi, sub unit, dan pengidentifikasian pengguna
  • (Where) Geographical Locations List – lokasi sangat penting untuk organisasi, bias menjadi besar dan kecil
  • (When) Event List – daftar trigger dan cycle penting untuk organisasi

Conceptual


  • (Why) Goal Relationship Model – mengidentifikasi tingkatan dari tujuan yang mendukung tujuan utama
  • (How) Process Model – menyediakan deskripsi proses, proses input, proses output
  • (What) Entity Relationship Model – mengidentifikasi dan mendeskripsikan pengelolaan material dan hubungannya
  • (Who) Organizational Unit & Role Relationship Model – mengidentifikasi peran perusahaan dan unit dan hubungan antara keduanya
  • (Where) Locations Model – mengidentifikasi lokasi perushaan dan hubungan antar keduanya
  • (When) Event Model – mengidentifikasi dan mendeskripsikan kejadian dan siklus yang berhubungan dengan waktu

Logical


  • (Why) Rules Diagram – mengidentifikasi dan mendeskripsikan aturan-atuaran yg menerapkan batasan – batasan pemrosesan dan entitas-entitas tanpa memperhatikan implementasi fisik atau teknis
  • (How) Process Diagram – mengidentifikasi dan mendeskripsikan transisi proses dinyatakan sebagai  ungkapan kata kerja tanpa memperhatikan implementasi fisik dan teknis
  • (What) Data Model Diagram – mengidentifikasi dan mendeskripsikan entitas dan hubungannya tanpa memperhatikan implementasi fisik dan teknis
  • (Who) Role Relationship Diagram – mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran-peran dan hubungannya ke peran yg lain sesuai tipe-tipe deliverable tanpa memperhatikan implementasi fisik dan teknis
  • (Where) Locations Diagram – mengidentifikasi dan mendeskripsikan lokasi yang digunakan untuk mengakses, memanipulasi dan transfer entitas dan pemrosesan tanpa memperhatikan implementasi fisik dan teknis
  • (When) Event Diagram – mengidentifikasi dan mendeskripsikan keadaan yang berhubungan dgn kejadian yg lain pada sequence , siklus kemunculan dengan dan antara even – even, tanpa memperhatikan implementasi fisik dan teknis

Physical


  • (Why) Rules Specification – diekspresikan dalam bahasa formal; terdiri dari aturan nama dan logika terstruktur untuk menentukan dan menguji keadaan aturan
  • (How) Process Function Specification – diekspresikan dalam bahasa teknologi tertentu, elemen-elemen proses hirarkis berhubungan dengan pemanggilan proses
  • (What) Data Entity Specification – diekspresikan dalam format teknologi khusus, setiap entity didefinisikan dengan nama,deskripsi,dan atribut; menampilkan hubungan
  • (Who) Role Specification – mengekspresikan peran- peran dalam melakukan kerja dan komponen alur kerja pada level spesifikasi kerja produk yg terperinci
  • (Where) Location Specification – mengepresikan komponen – komponen infrastruktur fisik dan koneksinya
  • (When) Event Specification – mengekspresikan transformasi suatu keadaan - keadaan even terhadap minat ke perusahaan

Detailed Representation

Secepatnya ruang-ruang dengan representasi terperinci memberikan aturan –aturan detil untuk(apa); detil proses untuk(bagaimana); detil data untuk(apa); detil peran untuk(siapa);detil lokasi untuk(dimana); dan detil even untuk(kapan).

Framework Set Of Rules

The framework comes with a set of rules:

  • Rule 1 The columns have no order : Kolom yang dapat ditukar-tukar tanpa bias dikurangi atau ditambah
  • Rule 2 Each column has a simple generic model : Setiap kolom dapat memiliki meta model sendiri
  • Rule 3 The basic model of each column must be unique : Model dasar dari setiap kolom, relasi antar objek dan struktur unik. Setiap objek berhubungan saling bergantung tetapi merepresentasikan tujuan yang unik
  • Rule 4 Each row describes a distinct, unique perspective : Setiap baris menggambarkan pandangan suatu kelompok usaha tertentu dan unik untuk itu. All rows are usually present in most hierarchical organization. Semua baris biasanya hadir dalam organisasi yang paling hirarkis.
  • Rule 5 Each cell is unique : Kombinasi dari 2,3 & 4 harus menghasilkan sel yang unik di mana setiap sel merupakan kasus tertentu. Contoh: A2 merupakan keluaran bisnis karena mereka mewakili apa yang menjadi akhirnya dibangun.
  • Rule 6 The composite or integration of all cell models in one row constitutes a complete model from the perspective of that row : Untuk alasan yang sama seperti untuk tidak menambahkan baris dan kolom, mengubah nama dapat mengubah struktur logis dasar Framework.
  • Rule 7 The logic is recursive : Logikanya adalah relasional antara dua contoh dari entitas yang sama.

Fleksibilitas dalam Level Of Detail

Salah satu kekuatan Kerangka Zachman adalah bahwa secara eksplisit menunjukkan seperangkat pandangan yang dapat ditangani oleh arsitektur enterprise. Beberapa merasa bahwa berikut model ini benar-benar dapat mengakibatkan terlalu banyak penekanan pada dokumentasi, artefak akan diperlukan untuk setiap satu dari tiga puluh sel dalam rangka.
John Zachman jelas menyatakan dalam dokumentasi nya, presentasi, dan seminar itu, sebagai kerangka kerja, ada fleksibilitas dalam apa kedalaman dan luasnya detil sangat diperlukan untuk setiap sel matriks berdasarkan pentingnya suatu organisasi. Sebuah mobil, yang tujuan bisnis mungkin memerlukan inventarisasi dan fokus proses-driven, bisa menemukan itu bermanfaat untuk memfokuskan upaya dokumentasi mereka pada kolom Apa dan Bagaimana. Sedangkan agen perjalanan perusahaan, yang bergerak lebih peduli dengan orang-orang dan peristiwa-waktu, bisa menemukan itu bermanfaat untuk memfokuskan upaya dokumentasi mereka pada kolom Siapa dan Kapan. Namun, tidak ada lolos dari Mengapa kolom's pentingnya karena menyediakan driver bisnis untuk semua kolom lainnya.

Alasan Menggunakan Zachman Framework

Ada beberapa alasan yang menyebabkan Zachman Framework diadaptasi secara luas :

  1. Relatif sederhana karena hanya memiliki dua dimensi yang mudah untuk dipahami.
  2. Keduanya mengarahkan enterprise kedalam cara yang komprehensif dan mampu mengelola arsitektur untuk divisi individu maupun departemen.
  3. Menggunakan bahasa non teknis yang membantu orang untuk berfikir dan dan berkomunikasi secara lebih tepat.
  4. Dapat digunakan untuk mengkotakkan dan membantu memahami isu yang luas.
  5. Membantu menyelesaikan masalah desain, fokus terhadap detil tanpa kehilangan jalur secara keseluruhan.
  6. Membantu mengajarkan banyak topik sistem informasi yang berbeda.
  7. Merupakan alat perencanaan yang sangat membantu, menyediakan cara untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
  8. Merupakan alat atau metoda khusus yang independen.